Selamat Datang

Wednesday, September 17, 2014

Sekilas, mungkin Anda berpikir bahwa berenang di laut lebih berbahaya ketimbang berenang di danau. Ombak yang tinggi dan besar dapat memakan korban yang tidak sedikit. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengatakan bahwa 90 persen dari kasus tenggelam terjadi di air tawar (danau dan sungai). Penyebabnya dapat ditinjau dari segi ilmu kimia. Komposisi cairan darah sama dengan komposisi air tawar daripada air laut. Ketika air tersebut masuk ke paru-paru, air tawar bisa masuk ke dalam aliran darah melalui cara osmosis. Ketika cairan darah berdilusi (volume bertambah) dengan tiba-tiba dan sangat banyak, sel-sel akan membengkak dan pecah yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada organ-organ tubuh. Proses ini berlangsung sangat cepat, hanya sekitar 2 – 3 menit setelah air masuk ke paru-paru.

Ilustrasi (http://listverse.com/2014/06/02/10-disturbing-facts-about-drowning/)


Air laut mengandung garam yang lebih banyak daripada cairan darah. Ketika masuk melalui hidung, tubuh akan melakukan regulasi dengan mentransfer air ke paru-paru, yang menyebabkan darah mengental. Ditinjau dari segi teoritik, keadaan ini dapat membunuh korban setelah 8 – 10 menit, sehingga dengan pertolongan yang cepat, maka nyawa korban dapat diselamatkan. 

Sumber : Listverse

Pin It


0 comments:

Post a Comment